Samarinda, 20-22 Oktober 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Mulawarman (UNMUL), Saktiansyah Solung, mengikuti kegiatan Borneo Youth Leaders Summit (BYLS) 2026 yang diselenggarakan pada 20–22 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian KUUB International Convention 2026 yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Borneo untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mengembangkan kapasitas kepemimpinan generasi muda.
Selama tiga hari, kegiatan BYLS 2026 menghadirkan beragam agenda, mulai dari seremoni pembukaan dan sesi pengembangan kepemimpinan, pengabdian kepada masyarakat melalui kunjungan ke sekolah, hingga kunjungan edukatif ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pada Selasa (20/10/2026), kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang menjadi penanda dimulainya rangkaian BYLS 2026. Agenda dilanjutkan dengan sesi materi kepemimpinan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Susilo, S.Pd., M.Pd., Dekan FKIP Universitas Mulawarman, serta Encik Ahmad Fareez Yahya, Pensyarah Fakulti Pengurusan Hotel dan Pelancongan, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sabah.
Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai peran dan tanggung jawab generasi muda dalam membangun lingkungan dan masyarakat. Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian sosial.

Mahasiswa Universitas Mulawarman bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam rangkaian Borneo Youth Leaders Summit (BYLS) 2026 yang diselenggarakan pada 20–22 Oktober 2026 di Samarinda.
Memasuki hari kedua, Rabu (21/10/2026), peserta mengikuti kegiatan Community Service atau pengabdian kepada masyarakat melalui kunjungan edukatif ke empat sekolah di Kota Samarinda, yaitu SD IT Cordova, SMP IT Cordova, SMP Negeri 1 Samarinda, dan SMA Negeri 1 Samarinda.
Dalam agenda tersebut, Saktiansyah Solung menjadi perwakilan Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mulawarman yang mengikuti kegiatan di SMA Negeri 1 Samarinda. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekolah sekaligus berpartisipasi dalam aktivitas yang mendukung pengembangan wawasan dan kepemimpinan generasi muda.

Peserta Borneo Youth Leaders Summit (BYLS) 2026 bersama perwakilan dan warga sekolah SMA Negeri 1 Samarinda dalam kegiatan penyambutan delegasi dan pengabdian kepada masyarakat pada 21 Oktober 2026.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui interaksi langsung di lingkungan sekolah, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman sosial, mengenali dinamika lingkungan pendidikan, serta memahami pentingnya kontribusi generasi muda dalam mendukung perkembangan masyarakat.

Sesi pengembangan kepemimpinan dalam rangkaian KUUB International Convention 2026. Peserta menyimak pemaparan materi dan berdiskusi mengenai pengembangan kapasitas kepemimpinan generasi muda.
Rangkaian BYLS 2026 ditutup pada Kamis (22/10/2026) dengan kunjungan edukatif ke kawasan Ibu Kota Nusantara. Dalam agenda tersebut, peserta mengunjungi sejumlah kawasan dan fasilitas di IKN, meliputi rumah sakit, Istana Wakil Presiden, kawasan apartemen, dan Istana Presiden.
Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat perkembangan pembangunan ibu kota baru Indonesia. Selain memperluas wawasan mengenai pembangunan infrastruktur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran tentang perencanaan kota masa depan dan transformasi pembangunan di Kalimantan Timur.

Peserta BYLS dari Program Studi Pendidikan Fisika 2026 berfoto di depan bangunan pemerintahan di kawasan Ibu Kota Nusantara bersama 2 dosen Program Studi Pendidikan Fisika yang menjadi panitia KUUB International Convention 2026
Keikutsertaan Saktiansyah Solung dalam BYLS 2026 menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mulawarman dalam kegiatan pengembangan kepemimpinan dan jejaring antarmahasiswa di tingkat regional. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya wawasan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong mahasiswa untuk berkontribusi secara positif di lingkungan akademik maupun masyarakat.
Melalui kegiatan seperti BYLS 2026, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri secara menyeluruh, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bekal penting bagi calon pendidik untuk mengambil peran aktif dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Borneo.
berita Sakti