Samarinda, 6 Agustus 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman. Tiga mahasiswa Pendidikan Fisika berhasil meraih penghargaan sebagai Pemakalah Terbaik dalam Seminar Nasional Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat (ULM) 2026.

Seminar Nasional yang dilaksanakan secara daring pada 6 Juli 2026 tersebut mengusung tema "Inovasi, Kolaborasi, dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal". Kegiatan ini diikuti oleh 46 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemerintah daerah yang mempresentasikan hasil penelitian dan gagasan ilmiah dalam forum nasional.

Dari 46 pemakalah yang berpartisipasi, tiga mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNMUL berhasil memperoleh penghargaan Pemakalah Terbaik. Ketiganya adalah Alika Nazwa Maulida, Anggi Nurvitasari, dan Aulia Putri Qurrata A'yu Ningsih.


Sertifikat penghargaan Pemakalah Terbaik yang diraih oleh Alika Nazwa Maulida, Anggi Nurvitasari, dan Aulia Putri Qurrata A’yu Ningsih pada Seminar Nasional Pascasarjana ULM 2026

Alika Nazwa Maulida mempresentasikan penelitian berjudul "Efektivitas Aktivasi Serbuk Kayu Ulin dan Penambahan Tawas dalam Menurunkan Kekeruhan Sungai Karang Mumus". Penelitian ini mengkaji pemanfaatan serbuk kayu ulin dengan berbagai perlakuan sebagai alternatif dalam upaya menurunkan kekeruhan air Sungai Karang Mumus. 

Sementara itu, Anggi Nurvitasari mempresentasikan penelitian berjudul "Perbandingan Redaman Sinyal Wi-Fi 2,4 GHz pada Daun Sukulen dan Non-Sukulen Berdasarkan Sifat Dielektrik untuk Pengelolaan Vegetasi Berkelanjutan". Penelitian tersebut mengkaji perbedaan redaman sinyal Wi-Fi pada daun sukulen dan non-sukulen berdasarkan karakteristik dielektriknya serta kaitannya dengan pengelolaan vegetasi berkelanjutan.

Selanjutnya, Aulia Putri Qurrata A'yu Ningsih mengangkat penelitian berjudul "Kajian Pengaruh Limbah Batok Kelapa sebagai Substitusi Agregat terhadap Kinerja Batako dalam Perspektif Material Bangunan Berkelanjutan". Penelitian ini membahas pemanfaatan limbah batok kelapa sebagai substitusi agregat dalam pembuatan batako dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan material bangunan.

Keberhasilan ketiga mahasiswa tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNMUL dalam mengembangkan penelitian sekaligus mengomunikasikan hasil penelitian melalui forum ilmiah tingkat nasional. Beragamnya topik yang diangkat juga menunjukkan penerapan kajian fisika dalam menjawab persoalan lingkungan, teknologi, dan pemanfaatan material berkelanjutan.

Raihan penghargaan sebagai Pemakalah Terbaik menjadi capaian yang membanggakan bagi Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNMUL. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif dalam penelitian, mengikuti forum ilmiah, serta menghasilkan karya yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.  

berita Alika