Samarinda, 10 September 2026 — Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Mulawarman (UNMUL), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi guru di daerah. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Pendidikan Fisika UNMUL berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kota Samarinda menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Inovasi Pembelajaran IPA untuk Generasi Peduli Bumi.”
Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Samarinda ini diikuti oleh guru-guru IPA tingkat SMP se-Kota Samarinda dan dihadiri oleh jajaran dosen Program Studi Pendidikan Fisika UNMUL. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), khususnya untuk membantu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih visual, interaktif, dan kontekstual.
Kegiatan diawali dengan pemaparan oleh Prof. Dr. H. Zeni Haryanto, M.Pd., yang membahas urgensi dan potensi pemanfaatan teknologi Augmented Reality dalam pembelajaran di era digital. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa AR dapat menjadi jembatan antara konsep-konsep sains yang abstrak dengan representasi visual yang lebih konkret, sehingga membantu peserta didik membangun pemahaman secara lebih mudah dan bermakna.

Sesi pembukaan dan pemaparan materi pelatihan Integrasi Augmented Reality dalam Pembelajaran STEM untuk Guru IPA dalam rangka mendukung inovasi pembelajaran IPA untuk generasi peduli bumi.
Memasuki sesi inti, pelatihan teknis dan praktik penggunaan AR dipandu oleh Atin Nuryadin, Ph.D., bersama Oktaviana, S.Pd. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai media pendukung pembelajaran pada topik pemanasan global. Melalui pendekatan praktik langsung, para peserta mempelajari mekanisme pemindaian (scanning) menggunakan gawai untuk memunculkan objek tiga dimensi (3D) melalui barcode atau gambar pemicu tertentu.

Peserta pelatihan mempraktikkan penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) melalui perangkat digital untuk memvisualisasikan konsep pembelajaran IPA secara interaktif.
Penggunaan AR memungkinkan objek dan fenomena yang berkaitan dengan pemanasan global divisualisasikan secara interaktif, seolah-olah muncul dari permukaan media pembelajaran. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran IPA yang mengintegrasikan unsur visualisasi, teknologi, dan pemecahan masalah lingkungan.
Pelatihan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para guru IPA tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam mencoba teknologi AR serta mendiskusikan kemungkinan penerapannya dalam pembelajaran di kelas masing-masing.
Melalui kolaborasi antara Pendidikan Fisika UNMUL dan MGMP IPA Kota Samarinda ini, kegiatan diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi pembelajaran inovatif sekaligus mendukung penguatan literasi sains dan kesadaran lingkungan peserta didik. Dengan demikian, inovasi pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan bumi.

Foto bersama peserta pelatihan, perwakilan MGMP IPA Kota Samarinda, dan tim Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mulawarman setelah pelaksanaan kegiatan.
berita Dani